Jumat, 06 Juli 2012

MAKALAH Langkah-langkah Analisis Pai dan Pengembangan Materi PAI


MAKALAH
Langkah-langkah Analisis Pai dan Pengembangan Materi PAI











DISUSUN OLEH

FATHUR ROHMAN
IZZAH RABANIYAH
PARIYANI
RUSTAM
SITI KHOIRIYAH
YOSI MARISA
RENI MAGDALENA

DOSEN PEMBIMBING
Drs. Suparnis


FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
UNUVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
2012/2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Agama  memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat.Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang di tempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada TUHAN yang maha Esa dan berakhlak mulia . Akhlak mulia mencakup etika , budi pekerti dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan,pemahaman,dan penanaman nilai-nilai keagamaan,serta pengalaman nilai-nilai tersebutdalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan.Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang di miliki manusia yang actualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai mahluk TUHAN.
Pendidikan agama islam diberikan dengan memberikan tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada ALLOH swt dan berakhlaq mulia ,serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur,adil,berbudi pekerti ,etis saling menghargai,disiplin,harmonis dan produktip,baik personal maupun social. Tuntutan ini mendorong dikembangkanya standar kompetensi sesuai dengan jenjang persekolahan yang secara nasional ditandai dengan cirri-ciri ;
  1. Lebih menitikberatkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi;
  2. Mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia;
  3. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk mengembangkan strategi dan program pembelanjaran sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya pendidikan.
Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi pendidikan Agama Islam merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan,untuk mencapai tujuan pendidikan maka standar kompetensi lulusan maupun standar isi harus ditelaah secara kritis untuk pengembangan kurikulum pendidikan Agama Islam,sehingga visi,misi dan tujuan sebuah lembaga pendidikan akan tercapai.
Didalam era modern yang lebih maju seperti sekarang ini diharapkan sebuah lembaga penddikan Islam dapat mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan yang dikembangkan dari standar isi agar hasilnya sesuai yang diharapkan dan mencapai standar kompetensi lulusan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam.Oleh karena itu ,dengan persaingan yang begitu ketat dalam dunia pendidikan,maka pendidikan Islam harus mempunyai terobosan-terobosan baru yang bersifat inovatif sehingga tidak kalah dengan lembaga pendidikan pada umumnya.
Seorang guru harus dapat mengukur sejauh mana standar isi itu dapat dikembangkan menjadi sebuah kurikulum untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh lembaga pendidikan Islam,sehingga konsumen dalam hal ini pelanggan yang menggunakan hasil lulusan lembaga pendidikan Islam menjadi puas
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian analisis
2.      Bagaimana menentukan langkah-langkah analisis
C.  Tujuan
































BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Analisis
Salah satu bentuk analisis adalah merangkum sejumlah data besar data yang masih mentah menjadi informasi yang dapat diinterpretasikan. Kategorisasi atau pemisahan dari komponen-komponen atau bagian-bagian yang relevan dari seperangkat data juga merupakan bentuk analisis untuk membuat data-data tersebut mudah diatur. Semua bentuk analisis berusaha menggambarkan pola-pola secara konsisten dalam data sehingga hasilnya dapat dipelajari dan diterjemahkan dengan cara yang singkat dan penuh arti.
Berikut ini adalah beberapa pengertian analisis:
Dalam kamus besar bahasa Indonesia Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
Menurut Anne GregoryAnalisis adalah langkah pertama dari proses perencanaan
Menurut Dwi Prastowo Darminto & Rifka JuliantyAnalisis merupakan penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
Menurut Syahrul & Mohammad Afdi Nizar Analisis berarti melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul 
Wiradi Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditaksir maknanya.[1]


B.  Langkah Menggunakan Analisis
1.      Langkah Menggunakan Analisis
Dalam menggunakan langkah analisis, terlebih dahulu pengertian analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa bisa juga mmerupakan penyelidikan terhadap karangan atau terhadap perbuatan. Analisis tentu mempunyai tujuan. Dengan demikian tujuan analisis adalah untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya sebab musabab, duduk perkaranya.
Analisis adalah langkah yang ditempuh setelah data penelitian terkumpul proses analisis dilakukan melalui tahap sbb:
1.      Pemecahan
2.      Pengelolaan
3.      Penafsiran
Untuk melakukan analisis diatas, seorang peneliti biasanya menggunakan alat bantu yang disebut sebagai statistik/ statiska. Proses analisis data dalam penelitian biasanya menjadi penghambat psikologis bagi seorang pelajar/ mahasiswa dalam penelitian.
2. Konsep Materi Pendidikan Agama Islam
Untuk mengembangkan atau membangun kepribadian tersebutmaka konsep pokok materi pendidikan dalam Islam, secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga bidang, yaitu 1) Sumber daya ilahiyah (wahyu)yang mengacu kepada al-Quran sebagai landasan konsepsional dan SunnahRasul sebagai landasan operasional; 2) Sumber daya alami, yang mengacukepada benda alam sekitar; 3) Sumber daya insani, yang mengacu ke pada manusia[2]
a.  Landasan Konsepsional
Al-Quran berisi tuntunan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan.Allah telah mengajarkan kepada manusia tentang ketauhidan, keimanan,cara berakhlak, beribadah, dan bermuamalah yang benar. Kalam ilahimengajarkan manusia secara bijaksana melaluiibrah para umatterdahulu. Menurut Achmadi teologi Islam al-Quran diyakini memilikikebenaran mutlak yang bersifat transendental  universal dan eternal  (abadi), sehingga secara aqidah diyakini oleh pemeluknya akan selalusesuai dengan fitrah manusia, artinya memenuhi kebutuhan manusiakapan dan dimanapun.[3]
Tauhid merupakan nilai fundamental. Dengan dasar tauhid seluruhkegiatan pendidikan agama Islam dijiwai oleh norma-norma Ilahiyah yang sekaligus dimotivasi sebagai ibadah. Dengan ibadah pekerjaan pendidikan lebih bermakna, tidak hanya makna material tetapi jugamakna spiritual. Hal ini ditegaskan oleh Ruslan sebagaimana dikutipAbudin Nata, bahwa tauhid di sini harus dipahami dalam kerangka yang terpadu antara yang bercorak 
Theocentris daanthropocentris.  Yakni tauhid yang di dalam fokusnya hanya tertuju pada mengesakan Allahsemata, namun dalam prakteknya berimplikasi ke dalam pola pikir, tutur kata, dan sikap seseorang yang meyakininya[4]
Dalam hubungan ini di samping dasar tauhid tersebut masihterdapat dasar-dasar lainnya, namun sebenarnya hanya merupakan penjabaran dari prinsip-prinsip tauhid tersebut, karena pada dasarnyaseluruh nilai dalam Islam berpusat pada tauhid (teosentrism). Perludisadari bahwa pemusatan pada Tuhan pada hakekatnya bukan untuk kepentingan Tuhan, tetapi sebaliknya justru untuk kepentingan mausia.Allah memerintahkan manusia agar berjihad dan bersyukur, namunsemua kebaikannya untuk manusia sendiri. (QS. Al Ankabut: 6, Luqman: 40), demikian pula perintah beribadah dan beramal salehsebagaimana yang dinyatakan dalam (QS. Al Baqarah:263 dan 267;Ali Imran: 97 Al-An’am: 133Ibrahim: 8 ;an Naml: 40; al Fathir: 15 ; dan Muhammad: 36 ), tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan Allah,melainkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dengan demikian materi pendidikan agama Islam, sebagai pedoman pokok awal adalah penanaman tauhid dan keimanan kepadaAllah SW
 Identifikasi Jenis-jenis Materi PAI
Melakukan identifikasi terhadap materi PAI pada ranah kognitif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep, prinsip dan prosedur.
Melakukan identifikasi materi PAI pada ranah afektif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan, seperti menerima, merespon, menghargai, mengorganisasikan dan karakterisasi menurut nilai (internalisasi).
Melakukan identifikasi materi PAI pada ranah psikomotor ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah psikomotor terdiri gerakan meniru, gerakan manipulasi, gerakan melakukan dengan prosedur, Gerakan melakukan dengan baik dan tepat, gerakan melakukan tindakan secara alami. Contoh untuk gerakan pada ranah psikomotor adalah gerakan shalat.
               Identifikasi Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah diketahui ranah kompetensi dasar, perumusan materi ajar harus dilihat pada rumusan indikator yang ada pada silabus. Hirarki dimensi pengetahuan dan dimensi kognitif harus disesuaikan, sehingga materi ajar yang dirumuskan berdasarkan tingkatan indikator yang ada.
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
a.       Materi pendidikan islam pada dasarnya tersusun mengacu kepada dasar dan tujuan pendidikan islam
b.      Dasar pendidikan islam adalah Al-Quran dan hadis. Tujuan pendidikan islam adalah membentuk manusia yang berkepribadian islami bertakwa kepada Allah dan Rasulullah dan berakhlak mulia
c.       Hakikat materi pendidikan islam adalah ilmu-ilmu dalam Al-Quran, hadis, hukum islam  (sunatullah) dan alam disekitar
d.      Materi pendidikan islam disekolah dan madrasah harus mempertimbangkan aspek., filosofis, pedagogis, sosiologis dan psikologis


[1] http://carapedia.com/pengertian_definisi_analisis_info2056.html
[2] ibid
[3] Achmadi, Ediologi Pendidikan Islam Paradigma Humaisme Teosentris. Yogyakarta: pustaka pelajar.2005. hlm 81
[4] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005 hlm 61

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar